Sunday, 20 December 2015

Berburu uang dari bisnis kursus online

                                      
                                           Passive Income Dari Bisnis Kursus Online 300x250 



Di tengah perkembangan zaman sekarang ini beragam cara mendapatkan uang salah satunya dari kursus online. Bidang ini terkena imbas teknologi juga, dahulu kursus dilakukan dengan mendatangi kelas dengan waktu yang ditentukan kini bisa dilakukan dimana saja tak tergantung tempat dan waktu.

Peserta dan pengajar tak harus bertatap muka tapi metode pembelajaran tetap efektif. bayangkan jika anda seorang pengajar, guru, dosen atau trainer anda bisa dimana pun mempersiapkan materi. anda bisa membuka pendaftaran melalui internet, dengan sistem membership, setiap peserta yang mendaftar dapat mengakses semua ilmu yang anda ajarkan.

Bagaimana caranya? dengan memanfaatkan teknologi multimedia apakah harus belajar dulu? tenang saja
kini membangun kursus online bisa dipelajari secara lebih sederhana, semua sudah diberikan dalam panduan bisnis kursus online. 

Materi ini mencakup pengetahuan dasar yang sangat aplikatif antara lain :

1. Pengenalan model bisnis kursus/pelatihan online
2. Siapa saja yang cocok terjun ke bisnis kursus online
3. Memahami bisnis kursus online dari hulu sampai hilir
4. Media dan sarana belajar kursus online
5. Mengetahui apa yang dibutuhkan pasar
6. Meriset kompetitor dan merencanakan produk
7. Membuat kerangka materi kursus online
8. Mengetahui apa yang dibutuhkan untuk membuat video
9. Mempersiapkan presentasi dan membuat naskah video
10 Cara pembuatan video pembelajaran kursus online
11. Editing video kursus online
12. Cara memperkecil ukuran video
13. Membuat tampilan cover dengan photoshop
14. Sarana publikasi kursus online
15. Membuat website penjualan kursus online
16. Instalasi website blog kursus online
17. Mengisi halaman blog anda
18. Membuat posting  di blog wordpress
19. Langkah-langkah membagikan materi pembelajaran di dropbox
20. Membuat grup  tempat belajar kursus online
21. Pengelolaan grup kursus online
22. Berpromosi kursus  online di youtube
23. Membuat channel di youtube
24. Membuat content promosi di youtube
25. Menggugah video promosi ke youtube
26. Meningkatkan subscriber di youtube
27. Membangun list dengan email marketing
28. Mendaftar autoresponder
29. Pengaturan awal autoresponder
30. Membuat form pendaftaran autoresponder
31. Membuat email  follow up autoresponder
32. Mengirimkan broadcast message
33. Melaunching kursus online anda
34. Membangun hubungan dengan memberlist anda
35. Branding di dunia nyata

Dengan materi-materinya yang spesifik video ini bisa anda terapkan di bisnis online lain terutama berhubungan di bidang jasa pendidikan. Sangat menarik bagi anda yang  ingin merintis usaha pendidikan lewat jalur alternatif tanpa tatap muka, menghemat biaya sewa tempat,  furniture atau modal awal usaha kursus.   Bandingkan bila anda ingin membuka jasa kursus konvesional yang menghabiskan dana jutaan.  Membuka kursus online  membutuhkan dana jauh lebih sedikit tapi memiliki pangsa pasar tak terbatas. Apalagi bila kursus yang anda jual dalam Bahasa asing, tentunya  jauh lebih efektif dan menguntungkan membuka kursus online.  Tutorial video lengkap diatas bisa anda miliki hanya dengan Rp. 400 ribu saja. untuk pemesanan silakan klik disini

cara mendapatkan uang dari internet melalui trading saham


seputar uang


Sebuah rumah di kota kecil, tampak seorang lelaki menikmati secangkir kopi dipagi hari sambil membuka laptop. sesekali dia mengetikkan jarinya di keyboard. lalu membuka sebuah program yang isinya berupa grafik dan angka-angka bergerak. alunan musik terdengar mengiringi aktivitasnya, sesekali seorang anak kecil menghampirinya sambil mengajaknya bermain.

Begitulah kira-kira sekilas kehidupan seseorang yang uang penghasilannya didapat melalui trading saham. bagi mereka yang telah malang melintang di dunia perdagangan saham hal seperti ini bukanlah isapan jempol. memang kenyataannya banyak orang yang telah berpengalaman pada akhirnya menjatuhkan pilihan trading saham sebagai sumber penghasilan. 

Pada dasarnya trading saham sama seperti bisnis pada umumnya. mereka membeli barang lalu menjualnya kembali, begitu pula trading saham. saat saham dinilai "murah" alias dibawah nilai fundamental perusahaan saham tersebut layak dibeli lalu ketika harganya telah mencapai target maka akan dijual kembali. tidak ada batasan pasti mengenai target keuntungan ini

Seseorang mungkin cukup puas dengan mendapat keuntungan 3% perhari sedangkan yang lain baru puas ketika keuntungannya mencapai 5% perhari. keduanya sama-sama benar, justru pasar bergerak karena banyak keinginan manusia didalamnya. coba bayangkan ketika semua manusia memiliki keinginan yang sama persis, semua orang membeli tidak ada yang mau menjual? atau sebaliknya. 

Oleh karena itu di pasar saham harga bergerak berdasarkan persepsi mayoritas. jika pasar berasumsi masa depan ekonomi akan baik saat itulah semua orang akan beramai-ramai membeli saham. loh kalau semuanya membeli siapa dong yang menjual? yang menjual tentu saja mereka yang memiliki persepsi berlawanan. nah, biasanya orang-orang yang berlawanan ini memiliki sumber informasi dan analisis yang lebih kuat

Disaat mayoritas orang menjual saham karena sikap pesimisnya, orang-orang minoritas ini tahu bahwa suatu saat keadaan akan berubah. sehingga mereka selalu bisa bertindak lebih awal, membeli saham di harga yang tepat dan menjualnya pada harga tinggi. memang tidak bisa dipungkiri banyak juga orang merugi  trading saham,  tapi ingat ini bisnis. Coba lihat di pasar tradisional pun banyak pedagang merugi, misalnya pedagang cabe merugi karena panen berlimpah sehingga harganya jatuh, pedagang es campur merugi karena tiba-tiba cuaca hujan  sehingga dagangannya tidak laku dan banyak lagi kasus lain. Yang perlu digarisbawahi adalah jika faktor yang mempengaruhi berasal dari luar, atau pakar investasi menyebutnya dengan resiko pasar (systematic risk) resiko ini tidak bisa dikendalikan. kasus diatas merupakan  contoh resiko pasar dalam kehidupan pedagang.  Di bursa saham juga ada faktor seperti itu, misalnya kebijakan pemerintah, suku bunga, nilai tukar, hingga bencana alam. Biasanya resiko pasar kerap direspon berlebihan, saat itulah sebagian kecil investor berlawanan arah masuk dengan keyakinan tinggi.

Resiko yang kedua  adalah resiko non sistemik.  Resiko ini berasal dari dalam perusahaan.  misalny a penurunan laba , pergantian manajemen, strategi bisnis yang tidak tepat.  Sedikit tips buat anda yang ingin membeli saham, belilah perusahaan yang sehat, manajemen kuat, memiliki pangsa pasar luas, tidak gemar berhutang, selalu berekspansi baik dengan menambah kapasitas produksi atau pun membuka segmen bisnis baru. Biasanya perusahaan seperti relatif lebih kuat bila menghadapi goncangan pasar, kalau pun ada penurunan kinerja  yang penting masih mencetak keuntungan.  Memang dalam kondisi terburuk, harga sahamnya tetap akan turun namun saat keadaan mulai stabil saham seperti ini menjadi incaran utama.

Faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham sangat banyak.  Faktor ini selalu bisa dipelajari oleh siapa saja, karena itu mereka yang berhasil adalah mereka yang mau terus belajar, tidak merasa paling pintar. kembali kepada tujuan utama, bahwa trading saham sama halnya dengan bisnis umumnya yaitu mencari untung.  Setiap orang bisa mendapat untung  meskipun pola transaksinya berbeda. Sehingga disiplin, psikologi diri, dan pengalaman seseorang lebih berperan didalamnya. kembali

Baca juga : Cara bermain saham bagi pemula

cara Investasi meningkatkan market share



Mendengar kata investasi pasti akan terpikir dengan membeli properti, saham, atau emas lalu menyimpannya untuk dijual di masa mendatang.  Apakah akan berpikir demikian jika mendengar kata investasi pasar? umumnya para pebisnis melakukan investasi dengan membeli mesin baru, membuka toko baru, atau membeli asset lain yang akan mendukung kegiatan bisnisnya.  Seiring berjalannya waktu strategi bisnis semakin modern,  di tengah persaingan yang ketat perlu terobosan-terobosan kreatif dalam berbisnis.  Untuk melakukan ekpansi , pebisnis perlu melakukannya dengan cara efisien dan efektif. 

seputar uang

  Investasi pasar merupakan salah satu cara dimana dalam kondisi tertentu pebisnis mengeluarkan uang demi mencapai target market share nya.  Pebisnis tidak peduli cara ini seperti menggarami laut bagaimana tidak? Alih-alih mendapat keuntungan, yang ada modal terus terkikis. Namun dalam jangka panjang cara ini dipercaya menghasilkan keuntungan  yang konsisten.  Dengan meraih target market share diharapkan posisi perusahaan akan kuat di konsumen  lalu dengan sendirinya keuntungan pun mengalir.  Jadi dengan kata lain, perusahaan membelanjakan uangnya untuk “membeli pasar”. Mungkin kita pernah melihat di televisi atau dimanapun sebuah produk diiklankan dengan gencar. Udah begitu masih ditambah dengan diskon dan hadiah menarik. Itu adalah salah satu strategi perusahaan dalam meraih pangsa pasarnya. Biasanya hal ini dilakukan oleh perusahaan baru atau perusahaan lama yang mengeluarkan produk baru. Tentunya tidak sedikit uang yang dihabiskan.  

 sukses tidaknya strategi ini bisa dilihat dalam waktu relatif singkat, jika perusahaan/produk tercapai target pasarnya maka eksistensinya akan terus berlanjut. Sebaliknya jika gagal, perusahaan atau produk akan mati seketika karena kehabisan modal.  Tentu saja tidak semuanya bisa berhasil karena itulah perlu perencanaan mendalam.  Antara lain bagaimana kondisi pasar saat itu, jika produk yang diluncurkan merupakan pelopor pasar maka penetrasinya pun akan cepat. Dalam waktu singkat produk akan meraih posisi tinggi. misalnya  jasa angkutan di suatu daerah  mayoritas masih mengandalkan becak. Konsumen datang menghampiri abang becak yang mangkal disuatu tempat. Lalu ada pebisnis yang membuat inovasi dengan system pemesanan becak lewat telepon.  Konsumen dimanapun bisa memesan lewat teleponnya. Supaya sistem ini berkembang si pebisnis tadi melakukan promosi dengan gencar ke konsumen, alhasil  konsumen pun beralih ke sistem tersebut. Dengan semakin banyaknya konsumen  yang menggunakan jasa becak telepon ini,  si pebisnis mendapatkan rangking tertinggi untuk pelayanan jasa becak. 

Nah supaya strategi tersebut lebih “nendang’’ promosinya bisa dibumbui dengan diskon harga, bonus gratis, point hadiah dll. Sebenarnya  ini bisa dikategorikan sebagai predatory pricing, yaitu menjual produk yang sama dengan harga sangat murah bahkan dibawah harga produksi. Tujuan utamanya adalah menyingkirkan pesaing pasar  dan mencegah masuknya pemain baru, serta menaikan posisi di pasar sebagai pemimpin.  Tujuan terakhir inilah pada dasarnya impian bagi setiap pebisnis. Dengan menjadi pemimpin pasar maka  produk menjadi ampuh menguasai konsumen. Faktor harga tidak lagi sensitif karena konsumen telah menggantungkan kebutuhannya akan produk tersebut.  kasus tadi hanya contoh fiktif saja, dalam realita bisnis banyak kasus-kasus seperti ini yang tidak disadari oleh konsumen. kembali

Baca juga :  Memahami teori ekonomi konsumsi pada perdagangan saham

Memahami teori ekonomi konsumsi pada perdagangan saham



Perdagangan saham merupakan sebuah aktivitas yang kompleks dan dinamis setiap saat selalu berubah bergantung pada kondisi ekonomi suatu negara . dimana respon pelaku pasar terhadapnya akan bervariasi menjadikan pasar bergerak naik dan turun. Pada dasarnya respon ini dilatarbelakangi oleh harapan dan ketakutan akan sebuah kondisi.  Jika diibaratkan seperti permainan, respon pelaku pasar bergerak relatif terhadap pelaku lainnya. 


 
  • Teori konsumsi klasik

Salah satu hal yang mempengaruhi pasar adalah konsumsi.   Perusahaan mendapat keuntungan ketika produknya dibeli. Semakin banyak konsumen membeli produk semakin gendut pula laba perusahaan.  otomatis harga sahamnya akan meningkat. Namun supaya  konsumen terus membelinya tentu saja ada faktor lain. Para ekonom klasik era 1950-an seperti Milton Friedman dan Fraanco Modigliani berpendapat perilaku konsumsi tergantung pada pendapatan. Jika penghasilan seseorang berkurang, konsumen akan menempatkan dananya di tabungan. Akibatnya konsumsi bakal menurun.  Sayangnya pendapatan masyarakat  diluar kontrol perusahaan, malah lebih diatur oleh negara dengan adanya aturan upah minimum pekerja. Biasanya jika pemerintah menaikan upah minimum pekerja  hal yang pertama diuntungkan adalah saham-saham dari perusahaan konsumsi.   Karena upah minimum meningkat artinya daya beli konsumen akan produk perusahaan bakal meningkat juga.  

Kondisi itu tidak sepenuhnya baik dalam jangka panjang  karena  dengan daya beli meningkat perusahaan bisa menaikkan harga jualnya yang pada akhirnya berdampak pada inflasi.  Inflasi menyebabkan daya beli konsumen menurun, lalu mereka akan kembali menabung persis seperti yang dikatakan teori diatas.  Menabung artinya seseorang mengurangi konsumsi, dengan demikian konsumsi  barang dan jasa perusahaan pun menciut.  Pada akhirnya harga saham perusahaan berguguran.  Kondisi seperti ini akan terus berulang  sampai kapan pun.
Sebuah gagasan pemikiran baru dari pemenang hadiah nobel 2015 bidang ekonomi.  Konsumsi barang dan jasa adalah penentu dasar dalam penetapan kesejahteraan dan tingkat kemiskinan. Ini merupakan buah pemikiran Angus Deaton, seorang Profesor ekonomi dari Princeton University itu bertentangan pendapat dengan ekonom di masa sebelumnya yang cenderung menitikberatkan pertumbuhan ekonomi pada sisi produksi dan pendapatan.  Dalam pandangan Deaton, peran konsumsi sangat penting pada perekonomian negara. Untuk mengukur tingkat resesi, kemiskinan dan kemakmuran .  Menurutnya, konsumsi akan tetap
berjalan jika harga produk terjangkau. Makanya, meski pun tidak ada penambahan pendapatan, konsumsi masih bisa meningkat.  

Jadi dalam paradigm baru ini konsumsi  lebih dipengaruhi oleh harga.  Jika dikaji lebih mendalam teori klasik menitikberatkan pada faktor eksternal, sementara  paradigma baru lebih melihat faktor internal yaitu harga.  Faktor Harga lebih bisa dikendalikan oleh perusahaan dalam strategi bisnisnya.  Dalam kondisi persaingan sengit  apalagi resesi Sebisa mungkin perusahaan harus menjaga produk dan jasanya agar tetap terjangkau meskipun dengan konsekuensi keuntungan berkurang.  Di sisi lain dengan paradigm ini fungsi pemerintah akan lebih terfokus pada pengendalian inflasi daripada mengatur upah minimum yang setiap tahun selalu diikuti demo buruh.
  • Penjualan  stabil, harga saham turun saatnya berinvestasi

Dalam perdagangan saham tidak ada kondisi yang ideal,  harga saham didasarkan oleh kondisi finansial perusahaan.  memang sih, harapan investor perusahaan miliknya mendapat laba besar dan berlangsung lama supaya harga sahamnya terus meningkat. Tetapi dalam kondisi terburuk investor harus berpikir realistis. Dengan mengacu pada paradigma baru ala Deaton untuk menjaga konsumsi,  perusahaan harus berpikir jangka panjang menjaga kinerjanya , mempertahankan market share , untuk bisa survival dengan konsekuensi laba dan harga saham menurun.  Perusahaan seperti ini lebih menarik untuk investor jangka panjang yang mengutamakan kuatnya manajemen perusahaan serta menjadikan harga saham menurun sebagai kesempatan masuk.  kembali

Baca juga : Cara memahami pengaruh media terhadap saham


Cara menghadapi mahalnya Biaya pendidikan


seputar uang
setiap orang tua pasti menginginkan pendidikan setinggi mungkin bagi anak-anak. sama halnya dengan investasi, pendidikan sangat penting untuk masa depan anak. manfaatnya akan dirasakan suatu saat nanti tapi perlu dipersiapkan sejak dini. tahukah anda jika kenaikan biaya pendidikan jauh diatas inflasi? jangan kaget bila kenaikan biaya pendidikan bahkan mencapai 20% per tahun. semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin berat biayanya. pepatah mengatakan "tuntutlah ilmu hingga ke negeri china" ternyata ada benarnya juga, karena biarpun berat tetapi jika kita mampu raihlah setinggi dan sebaik mungkin.

bagi orang "beruang" , mungkin tidak terlalu ambil pusing. tetapi bagi yang berpenghasilan minim rasanya tidak realistis. bayangkan, menghadapi inflasi tahunan saja sudah sulit terutama kenaikan harga bahanpokok. ditambah biaya pendidikan, uang saku dll, totalnya "mencekik leher". memang dalam sistem pendidikan indonesia masih menyediakan beasiswa bagi yang tidak mampu atau yang berprestasi, namun porsi beasiswa relatif kecil dibandingkan total anak sekolah selain itu apakah kita mau mengandalkan beasiswa seterusnya tentunya kurang bijak. biar bagaimana pun tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. 

karena itulah perencanaan keuangan sangat penting dilakukan sejak dini, bahkan jika perlu ketika anak baru lahir kita sudah mempersiapkan dana pendidikannya supaya tidak berat di kemudian hari. maklum ,biaya sekolah cukup besar sejak jaman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, belum lagi kenaikannya.
sebagai orang tua kita harus memiliki gambaran, kira-kira dimanakah sekolah yang tepat untuk anak. apakah berada diluar kota, atau bahkan diluar negeri. lalu pertimbangkan pula jenis pendidikannya, karena beberapa program studi memang membutuhkan biaya lebih tinggi seperti kedokteran, teknik, sains dan seni. jika tujuan sekolahnya jauh seperti diluar kota atau luar negeri kita harus merencanakan dua hal sekaligus yaitu biaya pendidikan dan biaya hidup selama studi. salah satu instrumen insvestasi untuk mengcover biaya pendidikan adalah reksadana

masa taman kanak-kanak (TK)
umumnya saat berusia 4tahun anak mulai masuk TK. masa pendidikan 2 tahun terbilang cukup singkat, apalagi biasanya orang tua masih berusia relatif muda. anda perlu mempersiapkan biaya pendidikan setidaknya 2 tahun sebelum anak mulai masuk TK. biaya pendidikan TK yang relatif terjangkau, mungkin tidak memberatkan bagi keuangan kita. produk seperti deposito, ORI, atau reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan. karena jangka waktunya yang pendek dan resikonya relatif kecil.

masa Sekolah dasar dan menengah
pada masa inilah biasanya orang tua mulai mengeluh biaya pendidikan. maklum periode ini cukup panjang total jenderal mencapai 12 tahun (SD :6 tahun, SMP : 3 tahun, SMA : 3 tahun) apalagi bila usia kakak dan adik berdekatan, ditambah lagi masa produktif orang tua mulai berkurang. namun, karena periode panjang itulah harusnya kita bisa mempersiapkannya lebih awal. misalnya anak anda masuk SD selama 6 tahun, anda bisa mengkombinasikan antara reksadana pendapatan tetap, deposito dan reksadana saham.

mari kita simulasikan rencana investasi :

Sekolah Dasar
1 sd :  50% reksadana saham, 30% reksadana pendapatan tetap,    20% deposito
2 sd  : 40% reksadana saham, 40 % reksadana pendapatan tetap,  20 % deposito
3 sd  : 30 % reksadana saham, 40 % reksadana pendapatan tetap, 30 % deposito
4 sd  : 20 % reksadana saham, 40 % reksadana pendapatan tetap, 40 % deposito
5 sd  : 10 % reksadana saham, 50 % reksadana pendapatan tetap, 40 % deposito
6 sd  : 0 % reksadana saham, 50 % reksadana pendapatan tetap,   50 % deposito

biaya pendidikan SD tergolong masih wajar, kita tidak perlu agresif dengan memperbanyak instrumen beresiko tinggi seperti reksadana saham. karena itu komposisi diatas lebih banyak instrumen investasi moderat seperti reksadana pendapatan tetap dan deposito. anda juga bisa mengganti deposito dengan reksadana pasar uang,karena nominal deposito biasanya relatif besar

Sekolah Menengah
7 SMP : 50 % reksadana saham, 30% reksadana campuran,   20 % reksadana pendapatan tetap
8 SMP : 40 % reksadana saham, 40% reksadana campuran,   20 % reksadana pendapatan tetap
9 SMP : 30 % reksadana saham, 40% reksadana campuran,   30 % reksadana pendapatan tetap
10 SMA :20 % reksadana saham, 50% reksadana campuran, 30 % reksadana pendapatan tetap
11 SMA :10 % reksadana saham, 60% reksadana campuran, 30 % reksadana pendapatan tetap
12 SMA : 0 % reksadana saham, 70% reksadana campuran,  30 % reksadana pendapatan tetap

pendidikan menengah memerlukan konsentrasi khusus. beban biaya biasanya mulai membengkak. dengan memperbanyak porsi reksadana saham dan reksadana campuran di awal otomatis komposisi portofolio diatas lebih beresiko. jangan khawatir, karena dalam jangka panjang return investasi saham lebih besar bisa mencapai 15-20% pertahun cukup untuk mengcover kenaikan biaya pendidikan plus modal masuk ke perguruan tinggi

Perguruan Tinggi

Tingkat I  :  50% reksadana saham,    50% deposito
Tingkat II  : 40% reksadana saham,   60 % deposito
Tingkat III  : 30 % reksadana saham, 70 % deposito
Tingkat IV  : 20 % reksadana saham, 80 % deposito

berbeda dengan jenjang sebelumnya, karena pada tahap pendidikan menengah investasi kita cenderung agresif kita perlu sedikit mengurangi tensi dengan memperbanyak deposito. mengapa? karena frekuensi pengeluaran pada masa perguruan tinggi paling besar seperti uang transport,kos,buku-buku, seminar dll. alhasil perlu ketersediaan dana setiap saat, untuk kondisi seperti itu deposito lebih cocok ditambah porsinya. kembali

Baca juga : Tips supaya liburan nyaman uang tetap aman

cara praktis memiliki properti


seputar uang

Rumah merupakan kebutuhan penting dalam keluarga. memiliki rumah idaman menjadi cita-cita mewah bagi sebagian masyarakat kita, beruntunglah bagi mereka yang sudah memiliki rumah karena diluar sana banyak yang tinggal ditempat kurang layak.bila kita saat ini belum memiliki rumah pribadi, jangan berkecil hati segala sesuatu memang harus diperjuangkan untuk mendapatkannya. mulailah dengan perencanaan sesuai kemampuan diri sendiri
  • Cash
pembelian properti dengan cara cash biasa dilakukan oleh orang-orang "the have". biasanya motif mereka membeli hanyalah untuk investasi. kebanyakan mereka yang berprofesi sebagai pengusaha membeli properti ketika uang cashnya berlebih supaya di lain waktu membutuhkan modal, properti tadi bisa dijadikan agunan ke bank. atau bisa juga disewakan. 
bila kita masuk kalangan ini, beberapa tips yang bisa menjadi pertimbangan adalah belilah properti yang sudah dibangun dengan kata lain hindarilah membeli properti yang masih inden. mengapa? karena legalitas properti inden biasanya masih dalam proses kelak bisa menjadi masalah jika pengembang molor mengurusnya. 
oleh karena itu pastikan keamanan legalitas dan profesionalitas pengembang. agak berbeda bila kita ingin membeli properti second, legalitas sudah ditangan pemilik. mungkin perhatian kita lebih ke lokasi, kondisi bangunan, dan harga. disarankan membeli properti second  yang harganya "terdiskon" atau harga properti dibawah harga pasaran. biasanya alasan orang menjual properti dengan murah adalah; bagi-bagi warisan, sakit keras, dililit hutang, pindah luar kota. dalam kasus seperti itu kita memiliki posisi tawar tinggi bila membeli secara cash.
  • Cash bertahap
cara ini bisa kita lakukan ketika membeli properti dari pengembang. pada dasarnya sama seperti membeli cash, hanya kita bisa mencicil dalam jangka waktu tertentu dengan harga tidak berubah. penawaran ini terlihat menarik, bagi orang yang punya kemampuan mencicil dalam jumlah besar karena biasanya jangka waktu cicilan termasuk pendek. disamping itu, anggaplah kita mampu membeli cash, dengan kesempatan mencicil bertahap kita bisa gunakan sebagian dana untuk bisnis jangka pendek, atau kita endapkan di deposito, lumayan bukan ? bisa mendapat properti plus keuntungan lain
  • KPR bank
bagi masyarakat menengah ke bawah pembelian melalui KPR menjadi primadona. pembelian melalui KPR mensyaratkan uang muka 20-30%. jadi kita harus menyediakan 20-30% uang tunai, sisanya dibiayai oleh bank. KPR banyak dilirik karena menyediakan pilihan nilai angsuran dan jangka waktu cicilan yang fleksibel. bank memberikan kesempatan mencicil properti yang kita beli sampai 30 tahun bahkan di awal masa kredit dibumbui dengan "bunga promosi". 
agar terhindar dari masalah di kemudian hari, yang harus diingat adalah jangan memaksakan cicilan diatas kemampuan. yang kedua, pilihlah bank yang memberi masa cicilan paling lama karena akan meringankan nilai cicilan. bila diibaratkan masa cicilan itu seperti nafas, jadi semakin lama cicilan semakin lama kita bisa bernafas. cuma sisi buruknya adalah total bunga kredit menjadi lebih tinggi.
  • KPR multifinance
akhir-akhir ini perusahaan multifinance mulai melirik KPR. perusahaan multifinance biasanya tidak seketat bank dalam memberikan kredit. jadi jika kredit kita ditolak oleh bank, perusahaan mulfinance barangkali masih bisa menerima. perlu diingat, bunga KPR perusahaan multifinance biasanya lebih tinggi dari KPR bank. selain itu perusahaan multifinance tidak bisa membiayai properti indent. kecuali perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan pengembang
  • kredit multiguna
bila kita sudah memiliki tanah, kita bisa mengagunkan sertifikat tanah tersebut ke bank sebagai modal untuk membangun rumah. jadi prinsipnya sama seperti KPR, cuma kita membangunnya sendiri. alternatif ini jarang digunakan oleh masyarakat luas. rata-rata jika orang sudah memiliki tanah, mereka lebih suka membangun bertahap. cuma jika kita ingin menghuni rumah lebih cepat, cara ini bisa dipertimbangkan. rumah idaman cepat dibangun, tinggal mencicil ke bank, asik kan?
  • take over KPR
pembelian melalui take over bisa menjadi alternatif pilihan jika permohonan KPR kita ditolak bank sementara kita naksir dengan lokasi dan rumah pilihan, sayangnya stok disitu sudah habis, OMG. malangnya nasibmu nak, jangan kuatir jika kita jeli banyak lho rumah yang mau ditake over, biasanya mereka yang mau pindah keluar kota, atau tidak sanggup mencicil lagi. 
nah dengan take over ini kita membayar sebagian "harga rumah" ke pemilik lama, sisanya melanjutkan cicilan di bank. jangan lupa transaksi ini harus dilakukan lewat notaris lalu diberitahukan kepada bank supaya bank tahu bahwa rumah telah berpindah tangan. kembali

Baca juga : Cara jitu permohonan KPR diterima bank